Mengetahui tipe atau gaya belajar adalah hal penting untuk meningkatkan potensi dan hasil belajarmu. Dengan mengetahui tipe belajar dominan, Kamu dapat menentukan metode atau cara belajar yang tepat sehingga belajar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga hasil belajarmu akan semakin optimal.
Ada banyak pengelompokan tipe belajar, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tipe belajar model VAK, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Menurut Sutanto (2006), tipe belajar seseorang dibagi menjadi tiga hal, yaitu:
Tipe Belajar Visual
Seseorang yang dominan dengan tipe belajar visual akan secara optimal menyerap informasi yang dibacanya/dilihatnya. Dia akan lebih mudah menyerap informasi yang berupa gambar, warna, diagram, peta, dan sebagainya. Dalam tipe belajar ini, pembelajar visual membutuhkan bukti-bukti konkret yang harus diperlihatkan dahulu agar dapat percaya atau memahami sesuatu. Mereka lebih mudah mengingat wajah orang daripada namanya. Mereka juga cenderung mempertahankan kontak mata ketika melakukan percakapan dengan seseorang. Orang dengan tipe belajar ini lebih suka membaca daripada mendengarkan. Kebanyakan orang yang belajar visual memiliki tulisan tangan yang bagus, rapi, detail, dan teratur. Kelemahan dari pembelajar visual biasanya mereka bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi, cenderung pasif dalam kegiatan diskusi, dan membutuhkan contoh terlebih dahulu sebelum bertindak.
Tipe Belajar Auditori
Pembelajar auditori lebih mudah menyerap informasi dengan cara mendengar. Bagi pembelajar auditori, bahasa verbal adalah bentuk penyampaian informasi yang paling mudah dipahami. Biasanya, pembelajar auditori akan lebih sering berbicara dan sangat suka mendengarkan. Berbeda dengan pembelajar visual, pembelajar auditori lebih mudah mengingat nama dan mengenali suara orang dengan baik, tetapi cenderung sulit mengingat wajah seseorang. Saat membaca, mereka cenderung berbisik kepada diri sendiri. Saat berkomunikasi, mereka lebih fokus untuk mendengarkan daripada melihat lawan bicara. Orang dengan tipe belajar ini cenderung banyak omong dan aktif dalam diskusi. Namun, pembelajar auditori biasanya kurang tertarik memperhatikan hal baru di sekitarnya. Mereka malas membaca dan sulit memahami perintah dalam bentuk petunjuk tertulis.
Tipe Belajar Kinestetik
Gaya belajar kinestetik cenderung memanfaatkan gerak fisik atau praktik langsung. Mereka akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya. Pembelajar kinestetik seringkali menggunakan indera peraba sebagai alat penerima informasi utama. Mereka peka terhadap rangsang sentuhan dan bisa memahami informasi tanpa harus membaca penjelasannya. Mereka lebih mudah menyerap informasi dengan bergerak atau menyentuh benda-benda secara langsung daripada melihat atau mendengar. Mereka lebih suka mengekspresikan perasaan secara fisik dan mencoba hal-hal baru dengan cara mempraktikannya. Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu. Saat membaca, biasanya mereka menggunakan jari sebagai penunjuk. Kelemahan dari tipe pembelajar kinestetik adalah cenderung kesulitan memahami hal abstrak, kurang suka berdiskusi karena lebih suka beraksi dan mereka cenderung memiliki tulisan yang jelek.
Salah satu cara untuk bisa mengenali tipe belajar adalah dengan finger print test atau tes sidik jari, atau dengan psikotes. Dari hasil finger print test akan terlihat Kamu cenderung ke gaya belajar yang mana. Sebenarnya, Kamu bisa saja memiliki kecenderungan tiga gaya belajar, tetapi akan selalu ada satu gaya belajar yang lebih dominan daripada yang lain. Nah, Kamu bisa menyimpulkan, bahwa gaya belajar yang dominan itulah yang cocok untuk memudahkanku memaksimalkan hasil belajarmu. Finger test print ini juga bisa digunakan sebagai indikator karakter psikologis Kamu, apakah kepribadianmu termasuk sanguinis, melankolis, koleris, atau phlegmatis. Keempat karakter psikologis tersebut juga bisa kita gunakan untuk menyesuaikan gaya belajarmu.
