STC Senayan Lt.2 No. 82 Jl. Asia Afrika, Senayan, Central Jakarta 10270

Mengatasi Grogi Saat Pertama Kali Menjadi Guru Privat

Mengatasi Grogi Saat Pertama Kali Menjadi Guru Privat

Profesi guru privat menjadi pekerjaan umum yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Seorang guru di sekolah, dosen, atau bahkan mahasiswa pun bisa menjadi guru privat. Kelihatannya simple, tapi sebenarnya seorang guru privat punya tuntutan dan tanggung jawab yang besar. Guru privat yang baik harus bisa mengerti apa yang menjadi masalah siswa dan memberikan solusinya. Dia juga dituntut untuk bisa beradaptasi secara cepat tentang karakter dan kebutuhan siswa serta proaktif dalam monitoring penuh perkembangan anak didiknya sesuai dengan permintaan orang tua.

Bagi kamu yang masih newbie menjadi guru privat, hari pertama mengajar biasanya mendatangkan aneka rasa, grogi, gugup, tegang, malu, atau bingung. Padahal pertemuan pertama itu akan menentukan kesan selanjutnya. Agar kamu sukses di hari pertama mengajar, kamu perlu mengetahui hal-hal berikut.

1.   Pelajari Biodata Siswa

Hal pertama yang perlu kamu persiapkan adalah mempelajari data diri siswa, seperti nama siswa, asal sekolah, jenjang pendidikan, alamat rumah, dan mata pelajaran yang akan Kamu ajar. Pastikan Kamu hafal di luar kepala agar Kamu punya bahan obrolan untuk mencairkan suasana.

2.   Kuasai Materi yang Akan Disampaikan

Les privat tidak selalu dimulai di awal tahun ajaran baru. Bisa saja Kamu diminta mengajar privat untuk materi yang sudah advance. Modal awal untuk menumbuhkan kepercayaan diri adalah materi yang sudah dikuasai Jadi, Kamu tidak akan blank saat proses belajar dimulai. Siswa juga akan menilai tingkat kehandalanmu dari sini. Persiapkan yang terbaik dan usahakan mengajar tanpa melulu melihat buku.

3.   Persiapkan Bahan Ajar dan Alat

Jika Kamu membutuhkan alat bantu dalam proses mengajar, seperti buku, alat tulis, latihan soal, atau alat praktikum dan kalau perlu laptop. Persiapkan alat tersebut sebelum berangkat. Cek dan pastikan kalau alat tidak tertinggal. Hilangkan kebiasaan untuk melakukan persiapan di menit-menit akhir.

4.   Datang Lebih Awal

Untuk mengurangi rasa gugup, Kamu sebaiknya datang lebih awal dari jadwal belajar dimulai. Jika memungkinkan, cek terlebih dahulu lokasi rumah siswa sebelum hari pertamamu mengajar. Dengan begitu, kamu bisa memperhitungkan waktu tempuh dan dating tepat waktu. Terlambat dapat membuatmu panik dan konsentrasimu berantakan.

5.   Berpenampilan Sesuai

Guru adalah panutan bagi siswa. Meskipun proses belajar di rumah, Kamu harus tetap berpakaian sopan. Menggunakan kemeja dan celana atau rok kain adalah pilihan paling aman di hari pertamamu.

6.   Mengobrol dengan Orang Tua

Hal ini penting untuk dilakukan di awal untuk mengetahui permintaan dari orang tua dan kebutuhan siswa. Orang tua biasanya akan menceritakan karakter siswa dan kesulitan yang dihadapi sehingga Kamu akan lebih mudah untuk bersosialisasi dengannya.

7.   Carikan Suasana Sebelum Belajar Dimulai

Jika Kamu sudah siap dengan segala persiapan pra, mulailah tugas utamamu untuk mengajar. Alangkah baiknya Kamu mengajaknya ngobrol terlebih dahulu, bisa membahas hobi, kegiatan di luar sekolah, film yang sedang update, atau berita terkini yang disukai anak seusianya. Jika dia sudah mulai klik, tanyakan kesulitannya dalam belajar dan cobalah untuk menyampaikan materi dengan metode yang fun. Ini baik untuk membuat siswa nyaman belajar denganmu tapi materi tetap sampai.

Rasa grogi yang Kamu hadapi di awal pasti akan berkurang selama proses belajar mengajar berjalan. Baca karakter siswa dan pelajari tipe belajarnya, apakah dia tipe pembelajar visual, audio, atau audio visual. Dengan begitu, Kamu dapat menyusun skema pembelajaran di pertemuan berikutnya dan membuat planning di setiap pertemuan. Jangan lupa untuk menyelesaikan kendala belajarnya sehingga dia merasa terbantu. Ini dapat menjadi titik awal keberhasilan karirmu.